Archive for the month “July, 2015”

Advetorial POIDEC 2015 di Hotel Borobudur Jakarta 9-10 September 2015

  

Program mandatory Biodiesel Palm Oil Industry Development Conference (POIDEC) 2015

Program Biodiesel

Di Eropa mandatori biodiesel diterpakan guna menekan gas emisi rumah kaca dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak fosil. Namun di sana tetap menjadi kontraversi karena diproduksi dengan minyak nabati seperti minyak kanola, minyak bunga matahari yang juga  juga diperlukan industri makanan. Kepaksaan untuk menggunakan CPO di Eropa cukup tinggi, namun penggunaan CPO dianggap mendorong cepatnya kerusakan hutan di Malaysia dan Indonesia. Pemerintah telah metapkan mandatori  biodiesel  15% per 1 April 2015 bagi sektor transportasi, industri, dan pembangkit listrik, dengan tujuan dapat menekan impor BBM jenis solar dan membantu penyelamatan ekonomi negara. Tentu saja perlu dikemukakan di sini justifikasi penerapan program tersebut utamanya menyangkut keuntungan dan kerugian  bagi bangsa dan negara Indonesia. Tentunya topik diskusi panel ini akan menarik dengan perkembangan terbaru yaitu dana pungutan sawit yang dikelola oleh BPDP.

Klik Program Biodiesel

POIDEC 2015, Hotel Borobudur Jakarta, 9-10 September 2015

Untuk berpartisipasi klik Daftar Sebagai Peserta

Sesi Kebijakan Palm Oil Development Conference (POIDEC) 2015

Header POIDEC 2015 for Line

Terdapat kesalahan persepsi atau penggiringan opini secara sistematik sehingga sebagian besar lapisan masyarakat menganggap sawit identik dengan pengusaha, padahal kenyataannya perkebunan yang dimiliki oleh rakyat mencapai 46 persen. Kesalahan persepsi dan terbangunnya opini yang tidak benar sangat besar pengaruhnya terhadap lahirnya kebijakan yang tidak memihak kepentingan rakyat banyak. Akibatnya, posisi komoditas sawit yang nayata-nyata sebagai penyumbang devisa negara terbesar non-migas, kurang mendapatkan apresiasi yang proposional karena dianggap yang untung besar adalah para pengusaha sawit dan rantai industrinya. Padahal industri minyak sawit juga merupakan sumber penerimaan pemerintah yang besar baik dari pajak badan, pajak bumi bangunan, bea keluaran dan retribusi lainnya. Oleh karena semua pemasukan dari sawit tersebut masuk ke APBN sehingga tidak mudah dialokasikan kembali untuk pengembangan sawit. Bahkan sangat ironis biaya replanting untuk perkebunan rakyat tidak disediakan oleh negara. Padahal jika diberikan biaya replanting produktivitas perkebunan rakyat dapat ditingkatkan dari 3-4 kali lipat, dengan kenaikan produksi antara 11.5 juta sd 16.1 juta ton per tahun. Di samping itu subsidi untuk biodiesel juga tidak disediakan, padahal jika diberikan akan mendongkrak konsumsi sawit dalam negeri dan secara signifikan menghemat impor solar.

Dalam mengahadapi kampanye negatif saat ini seakan para pelaku usaha sawit harus mengahadapi sendiri pihak LSM padahal jelas-jelas kampanye negatif terhadap sawit secara signifikan berdampak kepada kepentingan nasional. Daya saing sawit nasional dapat tergerus oleh isu-isu negatif sawit yang bisa dihembuskan oleh dunia usaha minyak nabati pesaing seperti minyak kedelai, jagung dan rapes. Kampanye negatif harus dilawan dengan fakta-fakta postitif hasil kajian ilmiah melalui advokasi yang gencar. Namun sangat disayangkan dana R&D dan advokasi sawit juga belum tersedia sesuai harapan.

Pada sesi ini akan hadir pimpinan puncak empat kementerian, yaitu Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian untuk menyajikan kebijakan-kebijakan apa yang perlu diambil guna menumbuhkembangkan sawit Indonesia dengan memanfaatkan dana pungutan sawit yang mulai pertengahan Juli 2015 diterapkan oleh pemerintah. Secara berturutan topik-topik yang tercakup pada sesi ini adalah: 1. Dukungan Pemerintah Dalam Peningkatan Produktifitas Perkebunan Sawit; 2. Lahan Terlantar, area HCS/HCV dan Arah Sikronisasi Penyelesaiannya; 3. Kiat-kiat Peningkatan Daya Saing Melalui Diplomasi dan Promosi; dan 4. Strategi Percepatan Diversifikasi Industri Sawit.

Pertanyaan tentang berbagai hal dengan dana pungutan sawit yang dikelola oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit akan terjawab pada sesi ini juga oleh Direktur Utama BPDP Kelapa sawit, yang akan tampil sebagai pembicara.

Silahkan klik kata DAFTAR ini untuk melakukan pendataran secara online menjadi peserta POIDEC 2015.

Post Navigation