Share pengalaman terjatuh dan patah tulang punggung

Selamat pagi Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu sekalian. Pada hari ini tanggal 20 Nopember 2012 saya resmi mulai masuk kerja sekemampuan saya setelah hampir 2 bulan absen atas anjuran dokter. Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih atas do’a Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu sekalian sehingga kesehatan saya berangsur-angsur pulih kembali, dan juga atas dorongan moral sehingga saya memiliki spirit yang kuat untuk bisa sembuh.

Melalui media ini saya ingin share pengalaman saya kepada Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu sekalian mudah-mudahan bermanfaat. Musibah bisa menimpa siapa saja. Pada tanggal 24 September lalu saya jam 6 pagi terjatuh bebas dari kanopi jendela setinggi 2.5 meter yang mengakibatkan patah tulang punggung saya di belakang lambung.

Pada saat jatuh, saya berada di persimpangan antara hidup dan mati karena saya tidak sadarkan diri, mata saya melotot, ngorok, dan keluar air liur. Untung saya begitu jatuh segera mendapat pertolongan tetangga (begitu pentingnya berhubungan baik dengan tetangga)yang secara tidak sengaja ketika menolong saya menyebabkan terjadinya aliran oksigin di dalam tubuh saya sehingga tidak lama kemudian saya sadar kembali. Kalau tidak ketahuan dan tidak ada yang menolong, akibatnya bisa sangat fatal.

Tulang punggung yang posisinya di belakang lambung merupakan tempat di mana syaraf-syaraf dari otak ke ujung kaki terhubung. Oleh karena itu, patahnya tulang punggung pada bagian tersebut bisa mengakibatkan kelumpuhan dan atau kebutaan. Saya sangat bersyukur karena meskipun terjadi patah tulang punggung di bagian vital tersebut, dari test fisik dan MRI syaraf-syaraf saya dinyatakan oleh dokter dalam kondisi normal, dan tindakan operasi tidak perlu dilakukan.

Rekomendasi dokter saya diharuskan untuk bedrest selama 6 minggu. Jadi selama waktu tersebut (dikurangi 7 hari dirawat di rumah sakit) saya bedrest di rumah dengan menggunakan pemper dan pispot. Tentunya yang jadi perawat ya istri saya. Pasca bedrest selama 6 minggu, ternyata menyebabkan untuk pertama kali saya susah duduk dan tidak mampu berdiri karena otot-otot tubuh melemah. Dalam waktu 2 minggu terakhir saya habiskan waktu saya untuk fisioterapi, dan alhamdulillah otot-otot saya menguat kembali dan kini sudah bisa berjalan cukup normal dan masuk kantor.

Sesuai rekomendasi dokter, selama dua bulan ke depan saya tidak boleh melakukan perjalanan jauh, tidak boleh mengangkat barang berat, dan harus menjaga tidak terjatuh lagi, serta tidak memaksakan diri. Intinya jika terasa capek jalan dan duduk harus merebahkan diri dulu secukupnya. Jadi kalau ke kantor saya, jangan heran kalau ada kursi roda yang bisa direbahkan. Mulai saat ini saya harus meninggalkan hobi panjat-memanjat urusin tanaman hias. Semoga apa yang saya sampaikan bermanfaat dan salam sejahtera buat kita semua.

Darmono Taniwiryono

Advertisements

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: