SAMBUTAN PELATIHAN PENGENDALIAN GANODERMA SECARA TOTALITAS DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT

SAMBUTAN PELATIHAN PENGENDALIAN GANODERMA SECARA TOTALITAS DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT.

Selamat datang, Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu sekalian dan salam sejahtera buat kita semua. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya bahwa dalam kesempatan ini saya tidak dapat hadir secara fisik bersama Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu sekalian mewakili langsung Ganoderma Center, Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia. Ganoderma merupakan ancamana utama perkebunan kelapa sawit di Indonenesia, khususnya di Sumatra Utara.  Siapapun tidak bisa mengelak lagi terhadap kenyataan ini. Apa yang saya sampaikan ini bukan main-main, Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu  sekalian. Dengan melihat perkembangan serangan Ganoderma di Sumatra Utara saya ramalkan paling lambat 20 tahun mendatang perkebunan kelapa sawit di Sumatra Utara akan hancur, kecuali jika kita merubah sikap kita, mulai dari detik ini, dari yang semula tidak disertai niat, kini disertai dengan niat, yang semula tidak mau mengeluarkan biaya khusus untuk penanggulangan Ganoderma, kini mau memasukkan anggaran khusus untuk berperang melawan Ganoderma, yang semula tidak ada pasukan serbu di lapangan, kini harus ada pasukan serbu khusus Ganoderma. Dan tentunya itu semua memerlukan biaya yang besar.

Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu sekalian, dalam berperang melawan Ganoderma, kebun tidak bisa bermudal 5 juta atau 10 juta saja, karena itu berarti tidak niat dan itu juga berarti pengendaliannya bersifat parsial. Apa itu pengendalian parsial? Dalam pengendalian parsial, orang merasa cukup dengan hanya membuat parit isolasi saja apalagi konsep pembuatan parit isolasinya salah, orang merasa cukup hanya dengan membumbun pangkal batang saja. Pengendalian Ganoderma harus dilakukan secara totalitas dan terpadu dengan perencanaan yang benar. Mengapa demikian? Karena di Sumatera Utara pada umunya Ganoderma sudah bukan sekedar penyakit tanaman lagi tetapi sudah menjadi penyakit lahan. Kalau lahannya yang sakit, maka yang harus kita sembuhkan lahannya. Tanaman sesehat seperti apun kalau ditanam pada lahan yang sakit, tentunya cepat atau lambat akan terserang dan mati juga. Dan ini terjadi di mana-mana.

Di dalam pelajaran ilmu hama dan penyakit tanaman, ada pepatah “hidup berdampingan secara damai dengan hama atau patogen tanaman”. Tapi khusus untuk Ganoderma saya nyatakan itu tidak berlaku karena bisa membuat kita terlena.

Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu sekalian, tidak ada makhluk lain kecuali Ganoderma yang mampu memporak-porandakan perkebunan kelaa sawit dan berpotensi menggagalkan target produksi 35/26 seperti yang sudah dicanangkan GAPKI. Pembentukan  Ganoderma Center merupakan ujud dari  komitmen besar kami dalam ikut berperang melawan Ganoderma. Kalau di berbagai lembaga penelitian baik di dalam maupun di luar negeri termasuk di MPOB hanya 1 atau 2 orang peneliti yang terlibat penelitian Ganoderma, kami di Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia melibatkan paling tidak 10 orang peneliti dari berbagai bidang keahlian.

Demikian Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu sekalian yang dapat saya sampaikan semoga sukses mengikuti pelatihan dan sukses dalam berperang melawan Ganoderma.

Aamiin.

 

Bogor, 10 Oktober 2012

 

Darmono Taniwiryono, PhD

Direktur Ganoderma Center

Advertisements

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: