Archive for the month “October, 2012”

Kontribusi Perkebunan Kelapa Sawit terhadap Land-Cover Change

Pertambahan pendudukuk dunia dengan percepatan yang tinggi tidak dapat dielakkan. Kebutuhan pangan sandang, pangan dan papan tidak dapat dielakkan. Land-use and land-cover change (LULCC) atau dipermudah istilitahnya menjadi land change juga tidak bisa dhindari karena aktivitas manusia yang semakin meningkat untuk memenuhi ketiga butuhan pokok tersebut. Bagaimana sebuah negara memenuhi kebutuhan pokok hidup untuk mensejahterkan rakyatnya dengan melalui pemeliharaan dan penggunaan bumi di wilayahnya merupakan kedaulatan negara tersebut. Pembangunan kelapa sawit di Indonesia memiliki fungsi ganda yang sangat sinifikan dalam memecahkan permasalahan land change dalam rangka pemenuhan kebutuhan penduduk Indonesia dan penduduk dunia.

Dalam perkembangan kelapa sawit selama lebih dari 100 tahun, banyak pelajaran yang sangat berharga yang tidak dimiliki oleh negara lain yang bisa menjadi bekal untuk memperbaiki diri guna menanggapi permasalahan land change yang memang benar jika tidak terkendali akan merugikan kita sendiri. Dampak negatifnya memang bisa berimbas kepada penduduk di negara-negara lain di dunia, namun perlu dicatat bahwa setiap negara memiliki aktivitas yang tinggi bahkan berusaha setinggi-tingginya untuk kemakmuran rakyatnya, dengan cara mereka masing-masing, yang berkontribusi juga terhadap climate-change, meskipun aktivitasnya dilakukan di tempat yang sangat terbatas yaitu lingkungan industri. Land change di negara-negara agraris dan kegiatan industri intesif di negara-negara maju memiliki kontribusi yang sama terhadap climate change.

Land-cover change dan land-use change memiliki arti yang berbeda. Land-cover change diartikan sebagai perubahan fisik dan biologis penutupan tanah oleh vegetasi termasuk air. Pengamatan terhadap land-cover change biasanya dilakukan dengan remote sensing. Sedangkan land-use change memiliki arti yang lebih kompleks karena menyangkut juga perspektif alam (natural) dan sosial ekonomi terhadap perubahan penggunaan lahan atas aktivitas manusia yang berdampak terhadap perubahan proses yang terjadi di permukaan bumi termasuk biogeokimia, hidrologi dan keanekaragaman hayati. Pengamatan terhadap land-use change melibatkan pengamatan dan pengkajian langsung di lokasi.

Perubahan yang mendasar bagi pembangunan perkebunan kelapa sawit di Indonesia baik terhadap land-use change maupun land-cover change hanya terjadi sekali yaitu pada saat pembukaan lahan. Dalam kaitannya dengan land-cover change, pembangunan perkebunan kelapa sawit pada dasarnya tidak memberikan dampak negatif dan justru sebaliknya cenderung ke arah perbaikan ketika pembangunannya dilakukan pada lahan-lahan marginal. Hal ini terjadi karena selama 50 sampai dengan 75 tahun, vegetasi kelapa sawit terjaga dengan baik. Jika dilakukan pengamatan dengan remote sensing tidak akan terjadi perubahan selama kurun waktu 75 tahun tersebut.

Dua hal penting yang memang perlu mendapatkan perhatian adalah seberapa besar perbaikan yang sudah kita lakukan dan kita niatkan, untuk mengusahakan perkebunan kelapa sawit dan industri yang terkait dengan cara-cara yang ramah lingkungan dan bisa menjaga terpeliharanya biogeokimia, hidrologi dan keanekaragaman hayati. Hal yang kedua adalah seberapa besar pembangunan kelapa sawit di Indonesia memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia sendiri, bukan bagi masyarakat negara tetangga, agar kita memiliki kedaulatan sandang, pangan dan papan yang kokoh.

(Pandangan Darmono Taniwiryono, PhD -MAKSI)

Advertisements

Sambutan pada Pelatihan qPCR di Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia

Assalamu’alaikum wr wb.

Para peserta pelatihan yang saya hormati, selamat datang di Kampus Balai Penelitain Bioteknologi Perkebunan Indonesia di Taman Kencana, Bogor. Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah swt yang telah memberikan nikmat sehat dan nikmat selamat kepada kita semua sehingga kita bisa bertemu pada kesempatan yang sangat baik ini. Atas nama Balai saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu sekalian atas kesediaannya untuk ikut berpartisipasi dalam pelatihan ini, baik atas kemauan sendiri atau atas tugas yang diberikan oleh lembaga atau perusahaan di mana Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu berasal.  Sebenarnya lebih banyak dari jumlah ini yang mendaftar untuk mengikuti pelatihan, namun mohon maaf kami harus membatasinya karena agar para peserta bisa mendapatkan akses peralatan lab dan kesempatan berdiskusi dengan para nara sumber yang lebih banyak dan intensif. Kepada para nara sumber baik dari luar maupun dari dalam, saya ucapka terima kasih atas kesediaannya untuk bisa berbagi dan mendiskusikan pengalaman dan pengetahuannya serta mendmonstrasikan keahliannya kepada para peserta pelatihan, di tengah-tengah kesibukannya yang luar biasa.

Para peserta dan nara sumber yang saya hormati, kami saat ini sedang bebenah untuk membangun kembali gedung bangunan lama yang megah dan antik ini menjadi laboratorium moderen. Di wing sebelah kanan akan kami fungsikan sebagai Laboratorium Biokimia dan Biologi Molekuler dan wing sebelah kiri akan kami fungsikan sebagai Laboratorium Mikrobiologi dan Linggkungan. Cita-cita untuk membangun kembali kewibawaan gedung bersejarah ini menjadi labororatorium sudah saya cetuskan sejak tahun 2003 yang lalu. Namun, alhamdulillah akhirnya angan-angan tersebut akhirnya akan menjadi kenyataan dengan diperolehnya dana investasi yang cukup dari para pemegang saham. Benchmark kami adalah Lembaga Eijkman di Kampus UI Jakarta yang dipelopori pembangunannya kembali oleh Dr. Sankot Marzuki.

Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu sekalian, lembaga penelitian ini merupakan salah satu lembaga penelitian tertua di Indonesia. Gedung Utama yang berada di depan diabangun pada tahun 1926, dirancang oleh seorang arsitek ternama yang juga menjadi arsitek gedung sate Bandung. Karena sebagai lembaga penelitian, tentu saja kontribusinya kepada negara sejak tahun 1926 sangat besar terutama dalam bidang perkebunan, apapun statusnya.

Para peserta pelatihan dan nara sumber yang saya hormati. Pelatihan ini merupakan pelatihan kali pertama diselenggarakan di laboratorium baru kami yang sebenarnya masih dalam proses penyelesaian pengadaan beberapa peralatan baru. Oleh karena itu melalui kesempatan ini, sebelum Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu menggunakan laboratorium baru kami, melalui kesempatan ini perlu saya deklarasikan bahwa hari ini Senin, 30 Oktober 2012, adalah hari soft opening Laboratorium Biokimia dan Biologi Molekuler BPBPI. Semoga Laboratorium ini bermanfaat bagi Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu sekalian dan bagi masyarakat pada umumnya.

Pelatihan ini adalah bagian dari upaya kita bersama untuk bersama-sama menjadi pelopor bagi perkembangan bioteknologi molekuler di tanah air, mengejar ketinggalan dengan negara-negara lain yang jauh lebih maju dari kita. Tanpa upaya itu, kita selamanya hanya akan menjadi konsumen bukan innovator bioteknologi. Pelatihan deteksi dan analisis ekspresi gen yang disatukan dengan pelatihan aplikasi qPCR selama 4 hari ini diharapkan akan bermanfaat bagi seluruh peserta dalam memahami kemajuan teknologi dan dalam pemanfaataannya di masa yang akan datang.

Akhirnya melalui kesempatan ini saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para sponsor yang telah membantu keberhasilan pelaksanaan pelatihan ini. Kepada panitia diucapkan terima kasih atas kerja kerasnya selama ini dan atas komitmennya yang tinggi untuk mengawal pelaksanaan sampai pelatihan ini selesai dengan lancar dan sukses.

Selamat mengikuti pelatihan.

 Bogor, 30 Oktober 2012

 

Dr. Ir. Darmono Taniwiryino, MSc.

 

Image

Rumah Hasil Rancangan Saya

Rumah Hasil Rancangan Saya

Rumah di mana kami sekeluarga tinggal ini merupakan hasil renovasi dengan rancangan yang saya buat. Modelnya yang paling menonjol adalah model minimalis. (Lihat Hoby)

KEBUN KELAPA SAWIT PORAK PORANDA OLEH SERANGAN GANODERMA

Kebun kelapa sawit porak poranda terserang Ganoderma. Umumnya terjadi pada kebun yan telah dilakukan 2-3 replanting atau tanam ulang. Gambar berikut menunjukkan kerusakan yang terjadi di lapangan. Untuk mengetahui kerusakan seperti tentu saja harus berkunjung dan melihat langsung di lapangan karena laporan di atas kertas tidaj pernah ada atau sulit diperoleh.

Image

 

 

Berikut adalah gambar kerusakan kebun sawit yang dapat diunduh dari Google. Ukuran Ganoderma bisa sebesar satu blok kebun kelapa sawit. Biarkan gambar berikut yang berbicara kepada kita semua, betapa besar ancaman Ganoderma pada perkebunan kelapa sawit kita, dan tentu juga terhadap perkebunan kelapa sawit di Malaysia.

Image

 

Untuk keterangan lebih lanjut silahkan buka http://www.ganoderma-center.com

SAMBUTAN PELATIHAN PENGENDALIAN GANODERMA SECARA TOTALITAS DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT

SAMBUTAN PELATIHAN PENGENDALIAN GANODERMA SECARA TOTALITAS DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT.

Selamat datang, Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu sekalian dan salam sejahtera buat kita semua. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya bahwa dalam kesempatan ini saya tidak dapat hadir secara fisik bersama Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu sekalian mewakili langsung Ganoderma Center, Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia. Ganoderma merupakan ancamana utama perkebunan kelapa sawit di Indonenesia, khususnya di Sumatra Utara.  Siapapun tidak bisa mengelak lagi terhadap kenyataan ini. Apa yang saya sampaikan ini bukan main-main, Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu  sekalian. Dengan melihat perkembangan serangan Ganoderma di Sumatra Utara saya ramalkan paling lambat 20 tahun mendatang perkebunan kelapa sawit di Sumatra Utara akan hancur, kecuali jika kita merubah sikap kita, mulai dari detik ini, dari yang semula tidak disertai niat, kini disertai dengan niat, yang semula tidak mau mengeluarkan biaya khusus untuk penanggulangan Ganoderma, kini mau memasukkan anggaran khusus untuk berperang melawan Ganoderma, yang semula tidak ada pasukan serbu di lapangan, kini harus ada pasukan serbu khusus Ganoderma. Dan tentunya itu semua memerlukan biaya yang besar.

Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu sekalian, dalam berperang melawan Ganoderma, kebun tidak bisa bermudal 5 juta atau 10 juta saja, karena itu berarti tidak niat dan itu juga berarti pengendaliannya bersifat parsial. Apa itu pengendalian parsial? Dalam pengendalian parsial, orang merasa cukup dengan hanya membuat parit isolasi saja apalagi konsep pembuatan parit isolasinya salah, orang merasa cukup hanya dengan membumbun pangkal batang saja. Pengendalian Ganoderma harus dilakukan secara totalitas dan terpadu dengan perencanaan yang benar. Mengapa demikian? Karena di Sumatera Utara pada umunya Ganoderma sudah bukan sekedar penyakit tanaman lagi tetapi sudah menjadi penyakit lahan. Kalau lahannya yang sakit, maka yang harus kita sembuhkan lahannya. Tanaman sesehat seperti apun kalau ditanam pada lahan yang sakit, tentunya cepat atau lambat akan terserang dan mati juga. Dan ini terjadi di mana-mana.

Di dalam pelajaran ilmu hama dan penyakit tanaman, ada pepatah “hidup berdampingan secara damai dengan hama atau patogen tanaman”. Tapi khusus untuk Ganoderma saya nyatakan itu tidak berlaku karena bisa membuat kita terlena.

Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu sekalian, tidak ada makhluk lain kecuali Ganoderma yang mampu memporak-porandakan perkebunan kelaa sawit dan berpotensi menggagalkan target produksi 35/26 seperti yang sudah dicanangkan GAPKI. Pembentukan  Ganoderma Center merupakan ujud dari  komitmen besar kami dalam ikut berperang melawan Ganoderma. Kalau di berbagai lembaga penelitian baik di dalam maupun di luar negeri termasuk di MPOB hanya 1 atau 2 orang peneliti yang terlibat penelitian Ganoderma, kami di Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia melibatkan paling tidak 10 orang peneliti dari berbagai bidang keahlian.

Demikian Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu sekalian yang dapat saya sampaikan semoga sukses mengikuti pelatihan dan sukses dalam berperang melawan Ganoderma.

Aamiin.

 

Bogor, 10 Oktober 2012

 

Darmono Taniwiryono, PhD

Direktur Ganoderma Center

Hello world!

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!

Post Navigation