DT Inovasi

TOCOTRIENOL ADALAH KEISTIMEWAAN SAWIT

Jenis Vitamin E yang disebut tocotrienol dikaitkan dengan segala hal berhubungan dengan kesehatan, mulai dari melindungi otak Anda dari kerusakan akibat stroke hingga kesehatan jantung dan mata. Belum banyak masyarakat yang tahu tentang tocotrienol. Tocotrienol murni harganya per kapsul 600 mg rata-rata Rp. 9000,- Mulai sekarang juga, perlu direncanakan menjadi asupan nutrisi dalam diet Anda.

Ada dua bentuk vitamin E


Banyak orang menganggap vitamin E hanyalah nutrisi tunggal. Padahal sebenarnya ada dua bentuk vitamin E: tokoferol dan tokotrienol. Masing-masing memiliki manfaat kesehatan yang berbeda:

Tocoferol: Ini adalah bentuk vitamin E yang umum ditemukan dalam multivitamin dan suplemen vitamin. Tocoferol secara alami ditemukan dalam kacang-kacangan dan biji-bijian. Biasanya harganya tidak mahal. Manfaat tokoferol di antaranya adalah memiliki sifat anti-inflamasi.

Tocotrienol: Ditemukan paling melimpah dalam minyak sawit merah murni (Virgin Palm Oil, disingkat VPO). Kekuatannya sebagai antioksidan adalah 40 hingga 60 kali dari tocoferol. Tocotrienol unggul dalam mencegah terjadinya kerutan, menjaga kesehatan otak dan mata.

Apa yang sekarang ditemukan oleh para peneliti dunia?


Ketertarikan para ilmuwan di seluruh dunia meningkat terhadap khasiat yang dimiliki oleh tocotrienol. Dari hasil studi pendahulan mereka, dapat disarikan potensi manfaatnya sebagai berikut:

  1. Membantu mengelola kadar kolesterol
  2. Menunda timbulnya katarak dan kondisi mata lainnya
  3. Mempromosikan kulit tampak lebih mudh
  4. Meningkatkan resistensi insulin
  5. Mengurangi risiko kanker
  6. Melindungi otak Anda dari kerusakan akibat stroke
  7. Mendukung kesehatan hati
  8. Meningkatkan kepadatan tulang
  9. Meningkatkan kesehatan pencernaan
    • Ketika makan makanan sehat, Anda mungkin tidak mendapatkan cukup tocotrienol
    • Sebagian besar vitamin E dalam makanan kita – sekitar 70%– adalah tokoferol. Bahkan jika Anda mengonsumsi makanan kaya vitamin E seperti kacang-kacangan, biji-bijian dan sayuran hijau, Anda mungkin tidak mendapatkan nutrisi super ini. Vitamin E ditemukan di dalam minyak nabati seperti zaitun, kedelai, biji rapa (rape seed) dan sunflower, tetapi tidak dalam bentuk tocotrienol. VPO memiliki kandungan tokotrienol 20 kali lebih banyak daripada minyak kelapa.

Di Indonesia, VPO telah tersedia dan dapat digunakan dalam hampir semua jenis masakan. Keunggulan VPO produksi PT Nutri Palma Nabati – Bogor, Indonesia adalah tidah berbau palmitat dan tidak merubah citarasa masakan. Warna merah yang timbul justru mengindikasikan kaya vitamin

JAWABAN TERHADAP IDE REDIFINISI MINYAK SAWIT UNTUK INDUSTRI

Jawaban terhadap pertanyaan seorang teman dekat.

Kalau hal definisi sy kira agak susah karena sudah menjadi terminologi yg digunakan oleh pasar di seluruh dunia. Crude Palm Oil (CPO), Refinened, Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO), RPD Palm Olein) dan nama dagang lainnya merupakan kesepakatan dunia. Jadi akan panjang ceritanya kalau itu redefinisi. Kan tidak mungkin nerangkan ke pasar dunia bahwa Indonesia ga jualan lagi CPO. Istilah CPO dll sdh digunakan sejak pertengahan tahun 1800an oleh Eropa. Pabrik CPO sudah ada 1000 lebih di Indonesia dengan kapasitas olah 30 ton per jam tandan buah segar (TBS), 45 ton/jam, 60 ton/jam, dan 90 ton/jam. Itu menurut saya. Arah yang benar justru bagaimana nutrisi tinggi dari buah sawit dimanfaatkan segera di pangan. Gampangnya tiru saja budaya di Afrika Barat. Fortifikasi minyak sawit merah alami ke pangan sudah dilakukan di Nigeria sejak abad 16 yaitu pada tepung singkong.

Keberpihakan SDG kepada petani kelapa sawit swadaya

Sejarah telah membuktikan bahwa perkembangan perkebunan rakyat dan perkebunan swasta seiring sejalan sejak tahun 1980an. Keduanya saling membutuhkan. Perusahaan swasta bisa berkembang karena dapat terus menumbuh kembangkan pasar domestik dan ekspor CPO dan PKO serta produk-produk turunanannya. Perkebunan rakyat bisa terus berkembang nyaris tidak terkendalikan karena memiliki pasar  yang aman (captive market) untuk menjual tandan buah segar (TBS) yang mereka panen. Dengan demikian tercipta hubungan simbiotik mutualisme antara perkebunan swasta dan perkebunan rakyat. Yang menjadi pembatas selama ini hanyalah soal kualitas dan kuantitas TBS yang dijual oleh petani. TBS dari manapun laku.

Sinergi yang harmonis antara perkebunan rakyat dan perkebunan swasta mulai terganggu belakangan ini karena pasar menghendaki keterteluran asal-usul TBS yang dibeli oleh perusahaan swasta, melalui berbagai bentuk sertifikasi utamanya yang dibangun konsumen termasuk RSPO. Gangguan utamanya terjadi terhadap petani yang kepemikikan lahannya tidak jelas. Bahkan ada semacam ancaman bahwa petani yang tidak jelas kepemilikan lahannya dan atau terlanjur menanam di kawasan hutan tidak akan diterima TBSnya oleh perusahaan pemilik pabrik kelapa sawit (PKS).

Kondisi yang dihadapi oleh petani tersebut harus segera dicarikan solusi yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai tujuan sustainable development goal (SDG) termasuk tujuan yang tercakup di dalam tiga komponen utama yaitu sosial, ekonomi dan lingkungan. Impementasi ketiga komponen utama tersebut tidak bisa saling meniadakan. Berlandaskan kepada perihal tersebut keterlanjuran petani menanam di kawasan hutan yang ditetapkan belakangan, tidak dapat serta merta dihentikan kegiatan ekonominya sehingga petani dan keluarganya menjadi sengsara. Itu bertentangan dengan SDG. Sawit berkontribusi terhadap pemenuhan banyak tujuan SDG. Bahkan ada yang menuliskan 16 dari 17 tujuan SDG terpenuhi oleh sawit.

Agar sesuai dengan tujuan SDG, pemerintah dan seluruh komponen masyarakat harus bergandengan tangan untuk menyediakan pasar bagi TBS petani yang tidak lagi diterima oleh pemilik PKS yang harus memenuhi tuntutan pasar luar negeri. Pemanfaatannya dapat diarahkan untuk produksi oleofood dan okeochemical di dalam negeri. Dalam kondisi yang demikian ini justru memberikan peluang bagi petani untuk bisa mandiri memproduksi dan menjual CPO sendiri.

Keterlanjuran petani menanam sawit di lahan yang tidak jelas legalitasnya selama ini bukan semata-mata kesalahan petani tetapi kesalahan banyak pihak karena undang-undang dan peratutan pemerintah yang ada, barangkali tidak dipatuhi oleh banyak pihak.

Bertanya kepada Tuhan mengapa buah sawit matang mengandung DAG, MAG dan ALB tinggi

Ya Allah Ya Tuhan kami Yang Maha Bijaksana dan Maha Pengasih. Sudah 173 tahun tanaman kelapa sawit berada di Indonesia, tetapi kami sampai saat ini tidak mengetahui apa kehendak dan maksud-Mu menciptakan ALB, DAG, dan MAG yang semakin tinggi, ketika buah sawit semakin menua dan matang. Kejadian itu diungkapkan oleh banyak hasil penelitian, termasuk salah satunya yang dilakukan oleh Puspitasari pada tahun 2002, yang berjudul:  “Sintesis Emulsifaier Dari Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit Dengan Tingkat Kematangan Berbeda Menggunakan Enzim Lipase In Situ”.

Dari hasil penelitian tersebut diungkapkan bahwa kadar  ALB, DAG, dan MAG tertinggi ditemukan pada buah dengan tingkat kematangan Fraksi 4. Fraksi 4 adalah fraksi di mana buah sudah terlalu matang.

Saya yakin engkau memiliki tujuan yang mulia bagi semua makhluk yang memakan buah sawit yang matang, termasuk hewan dan manusia. Kami sedikit tahu bahwa DAG dan MAG adalah sangat bermanfaat bagi manusia karena merupakan emulsifier yang aman, yang banyak diisolasi dan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan di industri pangan. Kami sedikit tahu bahwa ALB adalah bentuk lemak yang mudah diserap ke dalam sistem pencernaan kita.

Konversi asam lemak menjadi asam lemak bebas di dalam tubuh diprakarsai oleh adanya enzim pankreas lipase. Nah sekarang pertanyaannya adalah Apakah betul bawa produksi ALB yang tinggi pada buah yang matang adalah memiliki tujuan Engkau yang mulia yaitu membantu beban dari pankreas bagi hewan atau manusia yang mengkonsumsi? Ada pengetahuan yang diwariskan oleh bangsa-bangsa di Afrika barat dan Barat Daya sejak 5000 tahun yang lalu, yang tidak menunjukkan permasalahan apa-apa ketika mereka mengkonsumsi sawit dengan ALB tinggi.

Hampir semua buah yang Engkau sediakan adalah buah-buah yang sudah matang. Dan tentunya adalah yang matang pohon seperti durian, manggis, mangga, pisang dan lain-lain. Ya Allah. Terima kasih atas segala karunia-Mu.

TOCOTRIENOLADALAH KEISTIMEWAAN SAWIT

Vitamin E yang disebut tocotrienol dikaitkan dengan segala hal terkait dengan kesehatan, mulai dari melindungi otak Anda dari kerusakan akibat stroke hingga kesehatan jantung dan mata. Belum banyak masyarakat yang tahu tentang tocotrienol. Tocotrienol murni harganya per kapsul 600 mg rata-rata Rp. 9000,- Mulai sekarang juga, perlu direncanakan menjadi asupan nutrisi dalam diet Anda.

Ada dua bentuk vitamin E


Banyak orang menganggap vitamin E hanyalah nutrisi tunggal. Padahal sebenarnya ada dua bentuk vitamin E: tocoferol dan tocotrienol.  Masing-masing memiliki manfaat kesehatan yang berbeda:

Tocoferol: Ini adalah bentuk vitamin E yang umum ditemukan dalam multivitamin dan suplemen vitamin.  Tocoferol secara alami ditemukan dalam kacang-kacangan dan biji-bijian. Biasanya harganya tidak mahal. Manfaat tocoferol di antaranya adalah memiliki sifat anti-inflamasi.

Tocotrienol: Ditemukan paling melimpah dalam minyak sawit merah murni (Virgin Red Palm Oil, disingkat VRPO). Kekuatannya sebagai antioksidan adalah 40 hingga 60 kali dari tocoferol.  Tocotrienol unggul dalam mencegah terjadinya kerutan, menjaga kesehatan otak dan mata.

Apa yang sekarang ditemukan oleh para peneliti dunia?


Ketertarikan para ilmuwan di seluruh dunia meningkat terhadap khasiat yang dimiliki oleh tocotrienol. Dari hasil studi pendahulan mereka, dapat disarikan potensi manfaatnya sebagai berikut:

1. Membantu mengelola kadar kolesterol
2. Menunda timbulnya katarak dan kondisi mata lainnya
3. Mengkondisikan kulit tampak lebih mudh
4. Meningkatkan resistensi insulin
5. Mengurangi risiko kanker
6. Melindungi otak Anda dari kerusakan akibat stroke
7. Mendukung kesehatan hati
8. Meningkatkan kepadatan tulang
9. Meningkatkan kesehatan pencernaan

Ketika makan makanan sehat, Anda mungkin tidak mendapatkan cukup tocotrienol


Sebagian besar vitamin E dalam makanan kita – sekitar 70%– adalah tocoferol.  Bahkan jika Anda mengonsumsi makanan kaya vitamin E seperti kacang-kacangan, biji-bijian dan sayuran hijau, Anda mungkin tidak mendapatkan nutrisi super ini.  Vitamin E ditemukan di dalam minyak nabati seperti zaitun, kedelai, biji rapa (rape seed) dan sunflower, tetapi tidak dalam bentuk tocotrienol.  VRPO memiliki kandungan tocotrienol 20 kali lebih banyak daripada minyak kelapa.

Di Indonesia, VRPO telah tersedia dan dapat digunakan dalam hampir semua jenis masakan.  Keunggulan VRPO produksi PT Nutri Palma Nabati – Bogor, Indonesia adalah tidah berbau palmitat dan tidak merubah citarasa masakan. Warna merah yang timbul justru mengindikasikan kaya vitamin.

Vitamin E dan pro Vitamin A tinggi di buah sawit bisa bantu atasi stunting dan Covid-19

Penambahan Minyak Sawit Merah Murni untuk Pemenuhan Kandungan Nutrisi di Minyak Goreng Sawit

.

FITONUTRIEN YANG JAHAT JIKA DIKONSUMSI BERLEBIHAN

Fitonutrien terdiri dari makronutrien yaitu karbohidrat, protein dan lemak, dan mikronutrien yaitu vitamin, mineral dan polifenol. Minyak sawit mengandung kemak dan vitamin. Tingkat kandungannya tergantung kepada proses yang diaplikasikan. Minyak sawit tidak mengandung karbohidrat dan protein. Tidak ada tanaman yang mengandung kolesterol meskipun berlemak. Tetapi masih banyak yang salah sangka bahwa produk-produk tanaman mengandung kolsterol. Hanya daging ternak dan telur yang mengandung kolesterol. Mengkonsumsi kolesterol yang ada di daging dan telur tidak berpengaruh terhadap kandungan kolesterol di dalam serum darah orang yang mengkonsumsinya. Beralih 100% ke makanan berbasis tanaman, yang secara alami tidak mengandung kolesterol, bukan merupakan solusi yang tepat. Konsumsi terlalu banyak karbohidrat, gula dan minyak makan yang mengandung conjugated linoleic acid yang tinggi  terbukti mendorong bagi terjadinya obesitas dan diabetis seperti yang terjadi di Amerika Serikat sejak 1980 (Twitter @DietHeartNews).

Minyak sawit merah murni/alami tanpa proses rafinasi, fraksinasi, deodorizing, dan deguming (virgin red palm oil) seperti yang dikonsumsi sejak 5000 tahun di Afrika Barat, memiliki komposisi asam lemak yg proporsional dengan kandungan asam linoleat hanya 10%. Minyak jenis ini sangat bagus untuk dikonsumsi karena selain mengandung asam lemak yang proporsional juga mengandung fitunutrien tinggi  khususnya betakaroten dan Vitamin E. Betakaroten dan Vitamin E di dalam minyak sawit merah alami sudah dalam bentuk terlarut di dalam lemak sehingga siap untuk diserap dalam sistem pencernakan kita.

Notulen Rapat Penggunaan Sampah Organik untuk Pakan Maggots BSF

Notulen rapat ini perlu saya tulis meskipun terlambat sekitar 9 tahunan. Hal ini penting karena ini merupakan tonggak sejarah bagi berkembangnya teknik penyelesaian sampah organik menggunakan maggots, yang kini sudah berkembang menjadi kegiatan bisnis di mana-mana di Indonesia dan bahkan menjadi salah satu arahan Kementerian KLHK.

Rapat diadakan di Restoran Taman Koleksi, pojokan Kampus IPB Baranangsiang. Hadir dalam rapat ada 4 orang yaitu Prof. Dr. Ir. Agus Pakpahan, MSc., Prof. Dr. Ir. Damyanti Buchori, MSc., Dr. Ir. Soeryo Adiwibowo, MS., dan saya sendiri Dr. Ir. Darmono Taniwiryono, MSc. Waktu penyelenggaraan rapat persisnya tidak terlacak lagi tetapi yang jelas pada tahun 2012 beberapa waktu setelah Seminar dan Kongres Masyarakat Perkelapasawitan Indonesia (MAKSI), 26 Januari 2012. Saya ingat karena pada Seminar tersebut ada presentasi penggunaan bungkil kelapa sawit untuk memproduksi maggots Black Soldier Flies (BSF). Peneliti yang presentasi berasal dari Balai Riset Budidaya Ikan Hias di Depok. Pada waktu presentasi dinyatakan bahwa penggunaan bungkil kelapa sawit tidak ekonomis karena harganya mahal. Kemudian saya menanggapi hal itu dengan mengontak beliau bahwa saya bisa menggunakan bahan yang gratis yaitu sampah organik basah untuk menumbuhkan maggots BSF. Saya tidak ingat lagi apa respon beliau.

Pada waktu pertemuan di Taman Koleksi, saya membawa satu kantong plastik berisi maggots BSF hidup untuk saya tunjukkan kepada mereka. Saya melaporkan kronologis hasil temuan saya. Sebelum pertemuan berempat tersebut sebenarnya saya sudah sampaikan kepada Pak Agus Pakpahan dan mendiskusikannya di  beberapa kali kesempatan termasuk di rumahnya di Bogor maupun di Sumedang. Di Sumedang saya bahkan membawa dan menunjukan alat untuk memproduski maggots dengan makanan sampah organik.

Kronologi penemuan maggots sebagai pendegradasi bahan organik ini sangat menarik. Saya memiliki keahlian mengomposkan bahan organik dengan menggunakan cendawan Trichoderma spp. yang diformukasikan bernama Promi. Saya mengembangkan alat khusus di rumah untuk mengomposkan bahan organik basah dari dapur. Suatu saat saya kedatangan tamu, Um saya sendiri dari Pontianak. Sore hari sebelum menginap, Um saya bilang tertarik dengan alat tersebut.  Keesokan harinya pagi-pagi Um membuka lagi alat pengomposan yang tertutup rapat tersebut. Namun beliau terkejut dan setengah teriak dan bilang: “Dar, koq banyak sekali belatung besar-besar di dalamnya?” Seketika itu saya lemas dan malu karena saya gagal. Saya sungguh heran mengapa di dalan alat yang tertutup dengan penutup tebal dan berat koq di dalamnya ada belatung besar-besar?

Karena sangat penasaran beberapa hari setelah itu saya baca-baca informasi di internet dan saya temukan belatung tersebut adalah belatung black soldier flies (BSF) yang sangat bermanfaat. Kronologi itu termasuk yang saya ceritakan pada kesempatan pertama kepada Pak Agus Pakpahan dan kemudian di pertemuan di Taman Koleksi.

Kini saya mensyukuri, karena terbukti dengan merembeskan ilmu kepada orang yang tepat, akhirnya ilmu itu bergulir bagaikan bola salju, semakin lama semakin besar. Akhirnya teknologi ini diakui oleh pemerintah (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Kementerian Pertanian). Semoga bermanfaat bagi bangsa Indonesia dan barokah.

Pengalaman Pribadiku Terpapar Covid-19

Di pintu gerbang pagar rumah anakku aku meneteskan air mata karena sedih bayangkan ga bakalan dapat pelukan dari semua cucu2 yang biasanya peluk akungnya dengan mesra. Paling tidak selama 14 hari. Itu terjadi menjelang sore hari Jum’at 2 Januari 2021, sebelum terima hasil SWAB PCR. Aku diyakinkan kedua anakku, bahwa kalaupun positif, Covid-19 itu penyakit biasa, gak usah khawatir, katanya. Demi keselamatan dan kesehatan anak cucu lanjutnya.


Hasil SWAB PCR sore agak malam hari itu menyatakan aku terpapar Covid-19 dengan nilai CT 28. Sebelumnya walaupun badan merasa tidak enak, sedikit demam, tidak tertarik makan karena pahit, aku kekeuh ke anak-anak bahwa aku sakit biasa dan tidak perlu SWAB. Namun setelah hasilnya positif baru kemudian tahu bahwa itu rupanya memang benar gejala terpapar Virus Corona. Satu hal yang sulit diketahui  sejak 3 hari sebelum dinyatakan positif setiap malam bermimpi berat. Bukan buruk. Mimpi-mimpi berat tersebut berlangsung sampai kira-kira 5 hari pasca diketahui positif.


Alhamdulillah aku punya hubungan baik dengan relasi. Relasiku dari Kelapa Gading sudah lama sangat perhatian terhadap kesehatanku. Tanggal 3 Januari diantar ke rumahku dari Kelapa Gadinh: Azythromicyn, Tamiflu, Vitamin D, Vitami  C, dan multivitamin Becom-Zet. Kemudian tanggal 4 malam aku dikirim 1 kotak Lianhua isi 24 kapsul. Kemudian dari anak saya aku dibeliin Qusthul Hindi. Obat lengkap dan dengan mantab siap hadapi Covid. Ada relasi asli Samosir yang menyarakan aku minum jamu meracik sendiri yang terdiri dari jahe merah, temu lawak, pangkal sereh, dan asam jawa direbus dengan air dan diminum setiap hari.


Kalau ditanya obat mana yang paling berdampak? Tentu tidak jelas mana yang berdampak. Namun, batuk-batuk kecil dengan frekuensi tinggi – sampai mengganggu tidur – mereda setelah aku konsumsi Luanhua. Namun, aku diperingatkan relasiku seorang dokter paling lama 3 hari saja karena dapat menimbulkan pengentalan darah. Setelah itu aku konsumsi kapsul bawang putih tunggal hitam, untuk mengencerkan darah.


Menurut tememku dengan CT 28, load virus di tubuhku cukup tinggi. Berarti aku memiliki daya tahan atau imunitas yang tinggi. Rahasianya selama ini (sebelum terpapar Covid, aku menjaga daya tahan tubuhku dengan mengkonsumsi telur, Virgin Coconut Oil (VCO), Virgin Red Palm Oil (VRO) dan jeruk nipis, serta berjemur. Jadi saran saya bagi yang belum terpapar Covid, konsumsilah itu semuanya setiap hari. Jika ingin tahu rahasia dari bahan-bahan tersebut dapat hubungi aku.


Satgas RW di tempat aku tinggal sangat sigap, yang begitu tahu aku positif kemudian berkoordinasi dengan Puskesmas Kota Bogor Timur. Aku disarankan isolasi mandiri (IM) selama 14 hari di rumah. Kebetulan di rumah tidak ada orang lain. Ketiga karyawan rumah aku suruh tidak masuk selama itu. Pernah tukang kebunku masuk bersihkan halaman dan nyapu jalan, tetai kemudian ketahuan Satgas Covid RW. Tukang kebunku ditegur dan diperingatkan untuk tidak masuk kerja dulu.


Aku sangat berterima kasih atas pendampingan puskesmas yang secara berkala berkirim pesan WA menanyakan perkembangan kondisiku. Itu dilakukan puskesmas sampai akhir masa IM. Luar biasa. Beberapa hari kemudian perwakilan Puskemas datang dan menyerahkan Surat Keterangan yang menerangkan aku selesai isolasi mandiri.


Alhamdulillah kira-kira 5 hari sebelum IM berakhir aku dah merasa sembuh. Dan di akhir masa IM kesehatan sudah pulih dan makan sudah tidak merasa pahit.


Pesan saya, di samping memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, siapa saja harus mengkonsumsi makanan yang bergizi, untuk memelihara imunitas tetap tinggi.

Post Navigation